Referensi Malnutrisi Kekurangan Energi Protein


Malnutrisi khususnya Kurang Energi Protein (KEP) adalah gangguan gizi yang disebabkan oleh kekurangan protein dan atau kalori, serta sering disertai dengan kekurangan zat gizi lain. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  mendefinisikam gizi sebagai “ketidakseimbangan seluler antara pasokan nutrisi dan energi dan kebutuhan tubuh bagi mereka untuk menjamin pertumbuhan, pemeliharaan, dan fungsi tertentu.” Kurang Energi Protein (KEP) berlaku untuk sekelompok gangguan terkait yang termasuk marasmus, kwashiorkor dan marasmus-kwashiorkor.

Marasmus berasal dari kata Yunani marasmos, yang berarti layu atau wasting. Marasmus melibatkan kurangnya asupan protein dan kalori dan ditandai oleh kekurusan. Para kwashiorkor istilah diambil dari bahasa Ga dari Ghana dan berarti “penyakit dari penyapihan.” Williams pertama kali digunakan istilah tahun 1933, dan mengacu pada asupan protein yang tidak memadai dengan wajar (energi) asupan kalori. Edema adalah karakteristik dari kwashiorkor tetapi tidak ada dalam marasmus. Studi menunjukkan bahwa marasmus merupakan respon adaptif terhadap kelaparan, sedangkan kwashiorkor merupakan respon maladaptif kelaparan. Anak-anak dapat hadir dengan gambaran beragam marasmus dan kwashiorkor, dan anak-anak dapat hadir dengan bentuk ringan dari kekurangan gizi. Untuk alasan ini, disarankan Jelliffe protein-kalori panjang (energi) gizi buruk untuk menyertakan kedua entitas.

Meskipun kekurangan energi protein mempengaruhi hampir semua sistem organ, artikel ini terutama berfokus pada manifestasi kulit nya. Pasien dengan kekurangan energi protein juga mungkin memiliki kekurangan vitamin, asam lemak esensial, dan elemen, yang semuanya dapat menyebabkan dermatosis mereka.

KEP adalah manifestasi dari kurangnya asupan  protein dan energi, dalam makanan sehari-hari yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG), dan biasanya juga diserta adanya kekurangan dari beberapa nutrisi lainnya. Disebut malnutrisi primer bila kejadian KEP akibat kekurangan asupan nutrisi, yang pada umumnya didasari oleh masalah sosial ekonomi, pendidikan serta rendahnya pengetahuan dibidang gizi.Malnutrisi sekunder bila kondisi masalah nutrisi seperti diatas disebabkan karena adanya penyakit utama, seperti kelainan bawaan, infeksi kronis ataupun kelainan pencernaan dan metabolik, yang mengakibatkan kebutuhan nutrisi meningkat, penyerapan nutrisi yang turun dan/meningkatnya kehilangan nutrisi. Makanan yang tidak adekuat, akan menyebabkan mobilisasi berbagai cadangan makanan untuk menghasilkan kalori demi penyelamatan hidup, dimulai dengan pembakaran cadangan karbohidrat kemudian cadangan lemak serta protein dengan melalui proses katabolik. Kalau terjadi stres katabolik (infeksi) maka kebutuhan akan protein akan meningkat, sehingga dapat menyebabkan defisiensi protein yang relatif, kalau kondisi ini terjadi pada saat status gizi masih diatas -3 SD (-2SD–3SD), maka terjadilah kwashiorkor (malnutrisi akut/”decompensated malnutrition”). Pada kondisi ini penting peranan radikal bebas dan anti oksidan. Bila stres katabolik ini terjadi pada saat status gizi dibawah -3 SD, maka akan terjadilah marasmik-kwashiorkor. Kalau kondisi kekurangan ini terus dapat teradaptasi  sampai dibawah -3 SD maka akan terjadilah marasmik (malnutrisikronik/compensated malnutrition).  Sehimgga pada KEP dapat terjadi : gangguan pertumbuhan, atrofi otot, penurunan kadar albumin serum, penurunan hemoglobin, penurunan sistem kekebalan tubuh, penurunan berbagai sintesa enzim.

DAFTAR PUSTAKA

  • Alleyne G.A.O., Hay R.W., Picau D.I., Stanfield J.P., White head R.G., 1977.  The ecology and pathogenesis of protein–energic malnutrition.Dalam : Alleyne GAO, Hay RW, Picau DI et al, eds. Protein–energy malnutrition. London : Edward Arnold Ltd, 8-24.
  • Baker SS, 1997. Protein Energy Malnutrition in The hospitalized Pediatric Patient.   In : (Walker WA, Watkins JP, eds). Nutrition in Pediatrics : Basic Science and Clinical Applications, 2nd ed : BC.Decker Inc. Publisher;  London , 162-168.
  • Barness L.A., Curran J.S., 1996. Nutrition. Dalam : Berhman R.E., Kligman R.M., Jenson H.B., eds. Nelson textbook of pediatrics. Edisi ke lima belas. Philadelphia : W.B. Saunders Co, 141-161.
  • Onis M de, Monteiro C, Clugston G. The worldwide magnitude of protein-energy malnutrition: an overview from the WHO Global Database on Child Growth. Bulletin of the World Health Organization. 1993;71(6).
  • Lin CA, Boslaugh S, Ciliberto HM, et al. A prospective assessment of food and nutrient intake in a population of Malawian children at risk for kwashiorkor. J Pediatr Gastroenterol Nutr. Apr 2007;44(4):487-93.
  • Tierney EP, Sage RJ, Shwayder T. Kwashiorkor from a severe dietary restriction in an 8-month infant in suburban Detroit, Michigan: case report and review of the literature. Int J Dermatol. May 2010;49(5):500-6.
  • World Health Organization, Dept of Nutrition for Health and Development. Nutrition for health and development: a global agenda for combating malnutrition. World Health Organization. Available athttp://whqlibdoc.who.int/hq/2000/WHO_NHD_00.6.pdf.
  • Jildeh C, Papandreou C, Abu Mourad T, et al. Assessing the Nutritional Status of Palestinian Adolescents from East Jerusalem: a School-based Study 2002-03. J Trop Pediatr. Jul 31 2010;
  • Jen M, Yan AC. Syndromes associated with nutritional deficiency and excess. Clin Dermatol. Nov-Dec 2010;28(6):669-85.
  • Lewandowski H, Breen TL, Huang EY. Kwashiorkor and an acrodermatitis enteropathica-like eruption after a distal gastric bypass surgical procedure.Endocr Pract. May-Jun 2007;13(3):277-82
  • Al-Mubarak L, Al-Khenaizan S, Al Goufi T. Cutaneous presentation of kwashiorkor due to infantile Crohn’s disease. Eur J Pediatr. Jan 2010;169(1):117-9.
  • Sander CS, Hertecant J, Abdulrazzaq YM, Berger TG. Severe exfoliative erythema of malnutrition in a child with coexisting coeliac and Hartnup’s disease. Clin Exp Dermatol. Mar 2009;34(2):178-82.
  • Tavarela Veloso F. Review article: skin complications associated with inflammatory bowel disease. Aliment Pharmacol Ther. Oct 2004;20 Suppl 4:50-3.
  • Harima Y, Yamasaki T, Hamabe S, et al. Effect of a late evening snack using branched-chain amino acid-enriched nutrients in patients undergoing hepatic arterial infusion chemotherapy for advanced hepatocellular carcinoma. Hepatol Res. Jun 2010;40(6):574-84.
  • Thavaraj V, Sesikeran B. Histopathological changes in skin of children with clinical protein energy malnutrition before and after recovery. J Trop Pediatr. Jun 1989;35(3):105-8.
  • McKenzie CA, Wakamatsu K, Hanchard NA, Forrester T, Ito S. Childhood malnutrition is associated with a reduction in the total melanin content of scalp hair. Br J Nutr. Jul 2007;98(1):159-64.
  • Chung SH, Stenvinkel P, Lindholm B, Avesani CM. Identifying and managing malnutrition stemming from different causes. Perit Dial Int. Jun 2007;27 Suppl 2:S239-44.
  • US Department of Health and Human Services, US Department of Agriculture. Dietary guidelines for Americans, 2005. National Guideline Clearinghouse. 2005.
  • Balint JP. Physical findings in nutritional deficiencies. Pediatr Clin North Am. Feb 1998;45(1):245-60.
  • Beers MH, Berkow R, eds. Nutritional Disorders: Malnutrition. In: The Merck Manual. 17th ed. Merck; 1999:28-32.
  • Collins N. Protein-energy malnutrition and involuntary weight loss: nutritional and pharmacological strategies to enhance wound healing. Expert Opin Pharmacother. Jul 2003;4(7):1121-40.
  • Constans T, Alix E, Dardaine V. [Protein-energy malnutrition. Diagnostic methods and epidemiology]. Presse Med. Dec 16 2000;29(39):2171-6.
  • Delahoussaye AR, Jorizzo JL. Cutaneous manifestations of nutritional disorders. Dermatol Clin. Jul 1989;7(3):559-70.
  • Glaser, KL. Pediatrics: Malnutrition. Medstudents. Available athttp://www.medstudents.com.br/pedia/pedia1.htm.
  • Golden MHN. Severe malnutrition. In: Weatherall DJ, Ledingham JGG, Warrell DA, eds. Oxford Textbook of Medicine. 3rd ed. 1996:1278-96.
  • Goskowicz M, Eichenfield LF. Cutaneous findings of nutritional deficiencies in children. Curr Opin Pediatr. Aug 1993;5(4):441-5.
  • Gupta MA, Gupta AK, Haberman HF. Dermatologic signs in anorexia nervosa and bulimia nervosa.Arch Dermatol. Oct 1987;123(10):1386-90.
  • Hendricks KM, Duggan C, Gallagher L, et al. Malnutrition in hospitalized pediatric patients. Current prevalence. Arch Pediatr Adolesc Med. Oct 1995;149(10):1118-22.
  • Jilcott SB, Masso KL, Ickes SB, Myhre SD, Myhre JA. Surviving but not quite thriving: anthropometric survey of children aged 6 to 59 months in a rural Western Uganda district. J Am Diet Assoc. Nov 2007;107(11):1983-8.
  • Kuhl J, Davis MD, Kalaaji AN, Kamath PS, Hand JL, Peine CJ. Skin signs as the presenting manifestation of severe nutritional deficiency: report of 2 cases. Arch Dermatol. May 2004;140(5):521-4.
  • McLaren DS. Skin in protein energy malnutrition.Arch Dermatol. Dec 1987;123(12):1674-1676a.
  • Miller SJ. Nutritional deficiency and the skin. J Am Acad Dermatol. Jul 1989;21(1):1-30.
  • Pelly TF, Santillan CF, Gilman RH, et al. Tuberculosis skin testing, anergy and protein malnutrition in Peru. Int J Tuberc Lung Dis. Sep 2005;9(9):977-84.
  • Prendiville JS, Manfredi LN. Skin signs of nutritional disorders. Semin Dermatol. Mar 1992;11(1):88-97.
  • Rabinowitz SS, Gehri M, Stettler N, Di Paolo ER. Marasmus. eMedicine from WebMD [serial online]. May 20, 2009;Available athttp://emedicine.medscape.com/article/984496-overview.
  • Ryan AS, Goldsmith LA. Nutrition and the skin. Clin Dermatol. Jul-Aug 1996;14(4):389-406.
  • Schneider JB, Norman RA. Cutaneous manifestations of endocrine-metabolic disease and nutritional deficiency in the elderly. Dermatol Clin. Jan 2004;22(1):23-31, vi.
  • Shah S, Kannikeswaran N, Kamat D. A rash. Clin Pediatr (Phila). Sep 2007;46(7):650-4.
  • Shashidhar HR, Grigsby DG. Malnutrition.eMedicine from WebMD [serial online]. April 9, 2009;Available athttp://emedicine.medscape.com/article/985140-overview.
  • Soni BP, McLaren DS, Sherertz EF. Skin lesions in nutritional, metabolic and heritable disorders: cutaneous changes in nutritional disease. In:Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. Vol 2. 1999:1725-37.
  • Wilmer WA, Magro CM. Calciphylaxis: emerging concepts in prevention, diagnosis, and treatment.Semin Dial. May-Jun 2002;15(3):172-86
  • Colon RF, 1993. Clinical and laboratory assesssment of the malnourished child. In : Suskind RM, Suskind LL eds. Textbook of pediatric nutrition, 2nd ed. Raven Press  Ltd ; New York : 191-205.
  • Farthing MJG, Keusen GT, 1985. In : Arneil GC, Metcoff J, eds. Pediatric Nutrition 1st ed. Butterworths. London : 194-218.
  • Golden M.H.N., 2001. Severe malnutrition.  Dalam : (Golden MHN ed). Childhood Malnutrition : Its consequences and management. What is the etiology of kuashiorkor? Surakarta : Joint symposium between Departement  of Nutrition & Departement of Paediatrics Faculty of Medicine, Sebelas Maret University and the Centre for Human Nutrition, University of Sheffielob UK, 1278-1296.
  • Krause MV, Mohan LK, 1996. Nutritional deficiency disease. In : Krause MV, Mahan LK, eds. Food, nutrition, and diet therapy. 9th ed. W.B. Saunders Co. Philadelphia : 387-420.
  • Lees MH, et al, 1965. Relative hypermetabolism in infants with congenital heart disease and undernutrition. Pediatrics 36 : 183-91.
  • Mc Laren Ds, 1991. Nutritional Assessment and Survellance. In : (Mc Laren et. al. eds). Text Book of Paediatric Nutrition 3rd ed. Churchill Livingstone.  Edinburgh : 309-317.
  • Puone T, Sanders D, Chopra M , 2001. Evaluating the Clinical Management of Severely Malnourished Children. A Study of Two Rural District Hospital.  Afr Med J 22 : 137-141.
  • Wixted, D. Clinical Nutrition Management.http://www.kabc.org/nutrit 2.htm
  • World Health Organization, 1983. Measuring in nutritional status : guidelines for assessing the nutritional impact of supplementary feeding programmes for vulnerable groups. Geneva.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s